Judul ini sengaja dibuat to the point agar langsung bisa dapat dipahami.
Saat ini banyak beredar produk energy saver baik untuk keperluan rumah tangga maupun skala besar untuk industri atau pabrik. Modus yang dijalankan untuk meyakinkan pembeli dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Energy Saver untuk keperluan rumah tangga
Produk energy saver untuk rumah tangga ini sebenarnya hanya berisikan capacitor bank. Pada saat demo atau promosi, penjual akan mendemokan bahwa ada perbedaan arus listrik sebelum dan sesudah alat mereka nyalakan dengan menunjukkan nilai arus pada amperemeter yang mereka pakai.
Yang mereka dengungkan adalah ketika arus listrik turun, maka nilai watt juga akan turun.
Jadi rumus yang digunakan adalah:
P = V x I (P = Watt, V= Volt, I = Arus)
ketika I turun maka nilai P juga akan turun sehingga terjadi penghematan.
Sebenarnya ada satu variabel yang disembunyikan yaitu cos phi (Power Factor). Rumusan yang benar adalah:
P = V x I x Cos Phi.
sebagai contoh adalah sebagai berikut:
Kondisi Awal terukur nilai V = 220 V, Arus = 10 A, Cos phi: 0.5.
Ketika energy saver dinyalakan, maka arus dapat turun menjadi 5A, namun disisi lain cos phi naik menjadi 1.
Perhitungan nilai Watt sebelum dan setelah energy saver dinyalakan adalah ebagai berikut:
P1 = 220 x 10 x 0.5 = 1100 Watt (OFF)
P2 = 220 x 5 x 1 = 1100 Watt (ON)
Diatas terihat bahwa tidak ada perbedaan Watt sebelum dan sesudah Energy Saver dinyalakan.
Namun karena alat yang didemokan hanya mengukur Arus, maka terihat penurunan sebesar 50%, dan mereka mengklaim bahwa penghematan dengan energy saver tersebut mencapai 50%.
2. Energy Saver skala besar untuk pabrik/Industri
Pembodohan energy saver untuk industri lebih kompleks daripada skala rumah tangga. Bahkan untuk meyakinkan mereka menggunakan 2 KWH Meter di sisi incoming dan outgoing Energy Saver mereka. Kebanyakan pabrik tertarik dengan energy saver ini karena system yang diterapkan adalah bagi hasil dari presentase penghematan yang didapat. jadi pabrik tidak mengeluarkan biaya apapun di awal, dan semuanya dari investor.
Prinsip pembodohan yang dilakukan adalah dengan memanipulasi wiring KWH Meter sehingga "SEOLAH OLAH" terjadi penurunan KW di meter Incoming dibandingkan dengan meter Outgoing. Hal ini dilakukan dengan memasang wiring KWH meter secara salah yaitu antara tegangan dan arus tidak coincidence, dimana tegangan Fasa R dihubungkan dengan Arus Fasa S, Tegangan fasa S terhubung dengan arus Fasa T, dan tegangan Fasa T terhubung dengan Arus Fasa R. Akibatnya pembacaan sudut fasa (Phi) menjadi salah dan nilai cos phi menjadi kecil. Umumnya nilai cos phi yang terbaca menjadi kapasitif padahal beban induktif.
sesuai persamaan P = V x I x Cos Phi,
ketika Cos phi rendah (karena meter salah baca sudut) maka nilai Daya yang terbaca menjadi lebih kecil dari seharusnya. Dan ini akan diklaim sebagai bentuk penghematan oleh suplier Power saver tersebut.
Orang yang tidak terbiasa dengan metering akan membaca bahwa wiring sudah benar karena nilai tegangan dan arus menunjukkan nilai yang benar. namun biasanya mereka jarang memperhatikan nilai cos phi.
terlebih lagi biasanya warna kabel yang digunakan juga sudah disesuaikan sehingga tidak terlihat kecurangannya.
Efek atau ilustrasi salah wiring dapat digambarkan sebagai berikut:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar