Sabtu, 02 Mei 2020

PEMBODOHAN OLEH "PENJUAL ENERGY SAVER"

Judul ini sengaja dibuat to the point agar langsung bisa dapat dipahami. 
Saat ini banyak beredar produk energy saver baik untuk keperluan rumah tangga maupun skala besar untuk industri atau pabrik. Modus yang dijalankan untuk meyakinkan pembeli dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Energy Saver untuk keperluan rumah tangga
Produk energy saver untuk rumah tangga ini sebenarnya hanya berisikan capacitor bank. Pada saat demo atau promosi, penjual akan mendemokan bahwa ada perbedaan arus listrik sebelum dan sesudah alat mereka nyalakan dengan menunjukkan nilai arus pada amperemeter yang mereka pakai.
Yang mereka dengungkan adalah ketika arus listrik turun, maka nilai watt juga akan turun. 

Jadi rumus yang digunakan adalah:
P = V x I (P = Watt, V= Volt, I = Arus)
ketika I turun maka nilai P juga akan turun sehingga terjadi penghematan.


Sebenarnya ada satu variabel yang disembunyikan yaitu cos phi (Power Factor). Rumusan yang benar adalah:
P = V x I x Cos Phi.


sebagai contoh adalah sebagai berikut:
Kondisi Awal terukur nilai V = 220 V, Arus = 10 A, Cos phi: 0.5.
Ketika energy saver dinyalakan, maka arus dapat turun menjadi 5A, namun disisi lain cos phi naik menjadi 1.


Perhitungan nilai Watt sebelum dan setelah energy saver dinyalakan adalah ebagai berikut:
P1 = 220 x 10 x 0.5 = 1100 Watt (OFF)
P2 = 220 x 5 x 1 = 1100 Watt (ON)


Diatas terihat bahwa tidak ada perbedaan Watt sebelum dan sesudah Energy Saver dinyalakan.
Namun karena alat yang didemokan hanya mengukur Arus, maka terihat penurunan sebesar 50%, dan mereka mengklaim bahwa penghematan dengan energy saver tersebut mencapai 50%.

2. Energy Saver skala besar untuk pabrik/Industri
Pembodohan energy saver untuk industri lebih kompleks daripada skala rumah tangga. Bahkan untuk meyakinkan mereka menggunakan 2 KWH Meter di sisi incoming dan outgoing Energy Saver mereka. Kebanyakan pabrik tertarik dengan energy saver ini karena system yang diterapkan adalah bagi hasil dari presentase penghematan yang didapat. jadi pabrik tidak mengeluarkan biaya apapun di awal, dan semuanya dari investor.

Prinsip pembodohan yang dilakukan adalah dengan memanipulasi wiring KWH Meter sehingga "SEOLAH OLAH" terjadi penurunan KW di meter Incoming dibandingkan dengan meter Outgoing. Hal ini dilakukan dengan memasang wiring KWH meter secara salah yaitu antara tegangan dan arus tidak coincidence, dimana tegangan Fasa R dihubungkan dengan Arus Fasa S, Tegangan fasa S terhubung dengan arus Fasa T, dan tegangan Fasa T terhubung dengan Arus Fasa R. Akibatnya pembacaan sudut fasa (Phi) menjadi salah dan nilai cos phi menjadi kecil. Umumnya nilai cos phi yang terbaca menjadi kapasitif padahal beban induktif.

sesuai persamaan P = V x I x Cos Phi, 
ketika Cos phi rendah (karena meter salah baca sudut) maka nilai Daya yang terbaca menjadi lebih kecil dari seharusnya. Dan ini akan diklaim sebagai bentuk penghematan oleh suplier Power saver tersebut.

Orang yang tidak terbiasa dengan metering akan membaca bahwa wiring sudah benar karena nilai tegangan dan arus menunjukkan nilai yang benar. namun biasanya mereka jarang memperhatikan nilai cos phi.
terlebih lagi biasanya warna kabel yang digunakan juga sudah disesuaikan sehingga tidak terlihat kecurangannya.

Efek atau ilustrasi salah wiring dapat digambarkan sebagai berikut:

SUDAH PUNYA KAPASITOR BANK TAPI MASIH KENA DENDA KVARH??

Pada dasarnya, jika kapasitor bekerja dengan baik, maka denda KVARH dalam tagihan listrik akan hilang (menjadi Rp 0.). Namun, pada beberapa kasus, denda KVARH tetap muncul walaupun panel Kapasitor Bank dipastikan bekerja dengan baik.
Beberapa penyebab hal ini dapat dikarenakan beberapa hal berikut:
1. Pemakaian Listrik Kecil padahal daya langganan besar (diatas 200KVA̳̳)
- Pelanggan dengan daya diatas 200KVA merupakan pelanggan TM (Tegangan Menengah), dan KWH Meter AMR PLN mengukur pada sisi TM.
- Karena supply dari PLN adalah tegangan 20kV, maka pelanggan membutuhkan Trafo untuk menurunkan tegangan menjadi 400V.
- PF Regulator Kapasitor Bank membutuhkan input arus dari CT, dan pada umumnya dipasang disisi TR (baik di output Trafo ataupun di panel LVMDP).

Jadi disini terjadi perbedaan titik pengukuran antara meter AMR PLN dan PFR Capacitor Bank. KWH Meter PLN mengukur beban Trafo karena terletak disisi TM sedangkan PF Regulator tidak.
Pada saat beban besar, KVAR trafo dapat diabaikan dan selisih cos phi di sisi TR dan TM biasanya hanya sekitar 0.01 - 0.03, sehingga ketika PFR menunjukkan cos phi sebesar 0.98, cos phi di meter PLN sekitar 0.96.

Namun saat beban kecil, terjadi perbedaan cos phi yang sangat besar antara meter PLN dan PFR Capacitor Bank. Saat beban kecil atau mungkin 0 KW, PF Regulator akan menunjukkan cos phi = 1, namun meter PLN umumnya menunjukkan nilai cos phi antara 0.6 - 0.7 karena adanya beban KVAR TRAFO yang besar.
Jika kondisi Ini berlangsung lama, misal pabrik libur atau stop produksi sementara, maka akan muncul denda KVARH di rekening listrik PLN.
SOLUSI
Solusi untuk masalah ini dapat dilakukan dengan 2 cara:
a. Mix Measurement.
Cara ini dilakukan dengan mengambil Power supply input Tegangan PF Regulator dari Sisi TR, namun untuk CT (arus) nya diambil dari sisi TM, sehingga PF Regulator juga dapat mengukur beban TRAFO. Namun cara ini jarang dilakukan karena akan menyulitkan saat perbaikan / maintenance karena berhubungan dengan sisi TM sehingga jarang diterapkan.

b. Setting OFFSET KVAR
Beberapa PF Regulator type baru dilengkapi dengan fitur OFFSET KVAR. Fitur ini dimaksudkan untuk menambahkan nilai daya reaktif tertentu sehingga PF Regulator bekerja dengan sudah memperhitungkan nilai OFFSET tersebut. Nilai OFFSET yang ditambahkan adalah sebesar kebutuhan KVAR TRAFO.
Jadi saat beban kecil atau OFF, maka PF regulator akan menghidupkan kapasitor sebesar OFFSET untuk kompensasi KVAR TRAFO.
Opsi kedua ini lebih mudah diterapkan karena tidak memerlukan installasi baru, CT baru atau material lain hanya berhubungan dengan tegangan rendah.


Bersambung....
2. Harmonisa Jaringan Tinggi

untuk konsultasi dan tanya jawab seputar kapasitor dan denda KVARH dapat ditanyakan di comment...